Finding New Home: Pengalaman Interview KPR Rumah Subsidi (Part 3)

Finding New Home: Pengalaman Interview KPR Rumah Subsidi (Part 3)

Awas cerita ini mengandung spoiler.

Hehehe.

Udah baca cerita saya tentang tetek bengek ngurusin rumah pertama ini kan ya? Kalo belum, bisa baca sejarahnya disini atau ngintip bikin rekening btnnya disini.

***

Alhamdulillah.. setelah hampir sebulan tak ada kabar tentang berkas yang sudah disubmit ke developer, tibalah saatnya mas Rendi, developer rumah kami menghubungi.

“Mbak, ini kan mau aku jadwalin buat wawancara mbak.. aku minta update slip gaji sama rekening koran terbaru ya mbak, berarti juli agustus mbak. Sama satu lagi mbak, kalo sekiranya sk kerja, slip gaji, dan rekening koran suami dilampirkan juga gimana ya mbak?”

Yeah, akhirnya yang ditunggu datang juga, ditambah rekues dokumen tambahan yang bertubi-tubi.

La haula wala quwwata illa billah..

Setelah cus mengurus rekening koran di bank dan slip gaji, akhirnya hari Selasa saya datang ke BTN. Setelah disapa satpam dan ambil nomor antrian, disuruhlah saya ke lantai 2.

Ternyata.. rame banget di atas. Banyak banget orang yang pingin punya rumah ya, hehehe.

Sebelum kesini, sebenarnya saya pernah nanya-nanya ke tetangga yang pernah KPR subsidi juga. Dia bilang nggak ditanya apa-apa, langsung acc 3 hari kemudian karena akhir tahun dan bank lagi ngejar target kuota pembeli rumah subsidi.

Sayangnya, itu nggak berlaku kali ini. Celingak-celinguk, ternyata semua orang di samping saya ditemenin marketing perumahannya. Tak lama, marketing perumahan saya tiba-tiba nongol.

“Mas Rendi??” (Kata saya terperangah)

“Iya mba.. ayok mbak masuk, sudah saya tunggu.” Kata mas Rendi sambil mengajak masuk ke ruangan. Sampai disana, sudah ada entah-siapa-itu yang bagian mengecek berkas.

“Lengkap sudah mbak, tinggal SK kerjanya tapi ini harusnya dicopy dan legalisir mbak. Saya pinjam dulu yang asli ya mba.”

Ok, saya setuju. Nggak kepikiran harus legalisir copyan SK Kerja. “Ngantri lagi saja ya mba.” Iyaaaaaa..

Setelah ngantri satu jam, mulailah saya di interview sekitar 15 menit oleh mbak-mbak CS-nya yang cantik. Apa saja yang ditanyakan? Yang ditanyakan nggak jauh-jauh dari form penilaian interview yang satu bundle dengan form dari bank yang harus kita isi di awal KPR.

Ini beberapa list pertanyaan yang ditanyakan:
1. Kerja sebagai apa dan sudah berapa lama?
2. Nama atasan?
3. Suami kerja dimana?
4. Berapa pengeluaran per bulan?
5. Ada cicilan lain kah? Punya pinjaman motor atau lainnya?
6. Ada kartu kredit? Suami?
7. Tinggal di kontrakan sudah berapa lama?
8. Rumah posisinya sudah berapa persen jadinya?
9. Sudah punya rekening BTN? Bukunya dibawa?
10. Punya NPWP? Buktinya mana?

Nah, kemudian di akhir wawancara si mbaknya mempersilahkan saya untuk bertanya. Saya nanya, kira-kira jangka waktu untuk pengumuman keputusannya berapa lama?

Dia bilang, biasanya kalau lancar 2 minggu sudah ada pengumuman dari bank. Agar lancar, pastikan kontak darurat dan nomor kantor/nomor atasan harus bisa dihubungi agar berjalan mulus. Karena banyak kasus juga yang teleponnya tidak diangkat, jadi akhirnya bank belum bisa mengambil keputusan.

Begitulah kata si mbaknya.

Sudah deh, kita balik badan, langsung pulang. Bismillahirohmanirrohim, semoga ada hasil yang baik. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *