Menyusun Jadwal Kegiatan Anak dengan Montessori

Menyusun Jadwal Kegiatan Anak dengan Montessori
Tak terasa Tika kini sudah menginjak usia 2 tahun. Saya musti lebih banyak mengeksplor kemampuan dan bakat dia. Seperti yang sering digembor-gemborkan di iklan, gegap gempita masa Golden Age itu beneran ada, loh. Serius. Tika bahkan bisa menghapal lagu padahal cuma beberapa kali dimainkan. Nah, setelah browsing-browsing aneka metode belajar untuk anak-anak, pilihan akhirnya jatuh pada metode Montessori. Apa itu Montessori? Montessori adalah sebuah metode yang diperkenalkan oleh seorang wanita bernama Maria Montessori lebih dari 100 tahun yang lalu. Metode ini sudah terbukti sukses diterapkan di banyak negara. Maria percaya bahwa tiap individu harus mengedukasi dirinya sendiri, sedangkan guru menyediakan informasi dan bimbingan kepada siswa di lingkungan yang edukatif. Tujuan pendidikan usia dini haruslah memupuk keingintahuan anak-anak, kecintaan mereka pada ilmu pengetahuan, serta keinginan yang kuat untuk terus belajar.  
What the hand does, the mind remembers. – Maria Montessori
  Metode montessori sendiri membagi wilayah pengetahuan anak menjadi lima bagian, yaitu Practical Life, Sensory, Language, dan Math. Penjelasan tentang apa itu Practical Life, Sensory, Language, dan Math, intinya begini: Practical Life = Permainan yang melibatkan kegiatan sehari-hari, contohnya: memasukkan baju kotor ke keranjang, mengupas bawang putih, sisir rambut. Sensory = Permainan yang menggunakan panca indera (sensori) sebagai ‘alat’-nya, contohnya: mencium parfum, mengenal warna. Language = Permainan yang mengajarkan tentang bahasa agar anak cakap berbicara, contoh: baca buku cerita bersama, main radio-radioan. Math = Permainan yang mengajarkan berhitung sederhana, contoh: main jualan, berhitung pakai pensil.   Jadi serasa guru PAUD ya? hehehe maklum ibu saya pernah jadi guru PAUD juga.. Karena saya orangnya nggak mau repot mikirin tiap hari harus main apa (mikir masak apa aja udah sangatttt ribettt), di awal-awal akhirnya saya memakai cara-cara berikut ini: 1. Membuat jadwal permainan anak setiap hari pakai planner Weekly planner bisa ambil macam-macam di google dan buanyaaaakk yang free (tuh kan, emak-emak pasti suka). Karena saya suka warna-warni yang lucu, jadilah saya memilih planner yang ini. Planner tersebut silahkan diprint sesuai kebutuhan.
list-planner-rancangan-montessori
Rancangan Montessori Saya
2. Tulis rancangan kegiatan di planner Rancangan kegiatan dibuat per hari, dengan semuanya musti ada 4 macam permainan, yaitu Practical Life, Sensory, Language, dan Math. Biar nggak ribet, saya singkat deh jadi PL, S, L, M. Rancangan tadi dibikin sebulan (biar sekaligus repot cari idenya), jadi nggak perlu bingung besok bikin permainan apa, enaknya gimana, dll. 3. Praktek deh! Pada saat praktek, intinya bersiap-siaplah apapun yang terjadi. Jangan takut kotor (karena pasti kotor). Si Tika yang suka nuangin pasir atau beras, walaupun dikasih tempat khusus, tetep aja ngotorin lantai -____- tapi senangnya, kadang kalo anak too excited pas main, dia akan sibuk dengan dirinya sendiri (yaa kan, selanjutnya kita bebassss horeee setidaknya 2 menit :)).   Nah, kalo sudah tahu gini sebenarnya mengajarkan anak ilmu tidak musti membutuhkan modal besar, apalagi harus setiap hari beli mainan kayu ala ala Montessori. PS: Permainan kayu ala Montessori biasanya dipakai untuk menstimulasi bagian Sensory dan Math anak. Karena harganya lumayan mahal, Anda sementara bisa memakai yang ada di rumah dulu saja. Next time kita ulas ya tentang mainan penting apa yang musti dipunyai anak 2 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *