Tugas Aliran Rasa – Kelas Matrikulasi IIP Lampung

Tugas Aliran Rasa – Kelas Matrikulasi IIP Lampung

I’m doing everything, and I’m still not happy with it. Rasa-rasanya itulah yang saya rasakan beberapa minggu lalu. All the activities were set – antar anak ke daycare – kerja – jemput anak – pulang – masak – main sama anak – capek – tidur.

Sampai suatu saat, saya ngerasa ada yang kurang dalam hidup. Hidup sangat monoton, sholat setiap hari tapi hati terasa hampa. Kerja workaholic, pulang malam, jadi nggak dekat dengan keluarga. Efeknya, saya jadi gampang nggak puas dengan keadaan, gampang mengeluh dan menggerutu, juga gampang sakit.

Itulah hari dimana saya merasa harus berubah dalam hidup.

For things to change, I must change first.

Ada tiga langkah besar yang commit akan saya lakukan, setidaknya sampai kembali on the track. Langkah pertama adalah fokus ke anak dan tumbuh kembangnya. Tika yang dulu baru dijemput jam setengah 7 sore, sekarang WAJIB dijemput jam 3-4 sore. Karena diamanahi Allah menjadi wanita karir, Tika mau nggak mau akan ikut ke kantor sampai ibu dan/atau ayahnya selesai kerja. Tumbung kembang juga musti diseriusin. Tapi dengan konsekuensi: ibunya harus menyelesaikan deadline pekerjaan dengan efektif, maksimal jam 3 sore. Di atas itu, setelah Tika bobo baru tugas bisa dikerjakan lagi.

Langkah kedua adalah kembali mendalami ibadah. Sholat nggak boleh cuma sekedar sholat, yah! Terlebih sholat maghrib dan Isya’ harus diselain untuk duduk berdzikir dan berdoa sebaik-baiknya (something that I lately never done karena keburu mikir/melakukan yang lain). Setelah dilakukan, it relieves me a lot. Hidup jadi terasa lebih santai dan nggak keburu-buru.

Langkah ketiga adalah memulai hobi yang bermanfaat. Alih-alih melakukan hal-hal retjeh saat “me time”, saya yang suka menulis ini akhirnya direstui suami punya website sendiri (thank you, hubby!). Tapi ya jangan heran juga euy kalo disini suka cerita hal yang retjeh juga. 🙂

Langkah keempat adalah komitmen untuk upgrade diri sendiri. Tadinya saya mikir untuk punya jatah uang setiap bulan untuk beli buku pribadi, tapi karena musti berhemat jadilah harus dipending dulu. Upgrade diri sendiri ini saya alihkan ke gabung kelas Foundation dan Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Walaupun terkadang musti berkejar-kejaran dengan waktu karena harus meluangkan lebih banyak waktu untuk menimba ilmu, saya menemukan bahwa saya tidak sendirian. Kembali bergairah deh untuk menata hidup menjadi lebih baik.

Akhir kata,

quote-hari-ini

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.