Jalan-Jalan Hemat Sekeluarga: Putrajaya dan KL City Gallery (Part 3)

Jalan-Jalan Hemat Sekeluarga: Putrajaya dan KL City Gallery (Part 3)

Susah banget mau nulis. Ada waktunya, nggak ada moodnya. Giliran moodnya udah ada, waktu luangnya udah ilang. Hehehe.

Yeayy baeklah, kita lanjutkan ceritanya yaa (bagi yang belum tahu cerita awalnya bisa lihat disini yaa).

***

After a well night spend in hotel, paginya, Kamis (18/7) kami makan di warung ibu-ibu dekat hotel. Setelah itu check out untuk melanjutkan perjalanan sight seeing ke Putrajaya.

Naiklah kami dari Terminal Pudu Raya yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari hotel. Dengan harga tiket bus yang 6 RM seorang, sampailah kami di Putrajaya.

Disini saya rada annoying. Sebenarnya planning awalnya adalah saya mau ngulang jaman dulu karena pernah naik bus Nadi Putra 0,5 RM yang bisa bawa mutar-mutar Putrajaya. Cuma waktu itu saya ke Putrajaya naiknya pakai RapidKL.

Btw, bagi yang suka banget arsitektur atau kuliah di jurusan arsitektur, recommended banget untuk datang ke Putrajaya. Jadi penasaran, bisa jadi Putrajaya ini jadi referensi presiden juga lho untuk pemindahan ibukota ke Kalimantan.

Karena sudah terdampar di halte, nunggu lama sangat jarang ada bus yang lewat. Ditawarin supir bus awal untuk keliling Putrajaya, tapi kami nggak mau (karena kelilingnya cuma berdua, pasti dipenthok harga mahal). Ada supir taksi non-argo, tapi juga rada mahal (tahu karena ada calon customer yang nanya ke dia tapi nggak jadi naik karena kemahalan). Karena bete (mungkin juga pengaruh barang bawaan hahaha), akhirnya kita balik lagi ke KL. Yasudah lah ya, yang penting Tika dan suami sudah pernah kesana walau sekejap.

Sampai di terminal Pudu, akhirnya kami memutuskan untuk main ke Mydin. Mydin ini kalo di Lampung mirip Chandra atau Surya, di Jogja mirip Mirota dan Progo, di Solo mirip Luwes, dan di Klaten mirip Laris. Hayoloh kurang apa, hehehe. Di Mydin ini kami menemukan banyak sekali coklat dengan harga murah meriah (sampe heran, Malaysia punya banyak kebun coklat kah?). Tak lupa, ternyata di Mydin ada penyimpanan loker berbayar, yaitu 2 RM untuk loker kecil dan 5 RM untuk loker besar.

Setelah beban berat hilang, kami pergi lagi naik Go KL. Kali ini kami pergi ke icon I❤️KL, dekat Kuala Lumpur City Gallery. Alhamdulillah, disini kami dapat surprise karena sedang ada art exhibition yang menyediakan berbagai info tentang Kuala Lumpur, plus ada beberapa miniatur studio foto yang sangat atraktif untuk turis (Indonesia bisa contoh nggak ya?).

jalan-jalan-ke-malaysia-kl-gallery
Berbeda dengan dulu, hari itu kebetulan ada Art Exhibition yang benar-benar menarik, terutama bagi yang suka foto-foto.

 

jalan-jalan-ke-kl-city-gallery
Kegiatan ini diselenggarakan ARCH, seniman/perusahaan seni Malaysia, duuuh ngebranding Kuala Lumpurnya pinter banget sih ini.

 

jalan-jalan-ke-kl-city-gallery
Setitik spot foto, ini salah satunya.

Setelah bersenang-senang di KL City Gallery, kami akhirnya jalan kaki ke masjid Jamek, lewat Dataran Merdeka. Si Tika seneng banget kecek-kecek (main air di kaki), dan membuat kami main di masjid agak lama. Gpp lah ya, hari ini kami memang berencana ke Singapura via bus malam.

Setelah makan di KFC dan es krim McD, kami lalu cabut untuk mengambil ransel di loker Mydin. Jangan lupa gaes, Mydin tutup jam 8 (karena ngira tutup jam 9, kami sampai harus gedor-gedor kantor Mydin, untung ada orang).

Hmm, di KL ini rada aneh ya. Maghribnya jam setengah 8, tapi mall tutup jam setengah 10, bahkan Mydin jam 8 sudah tutup. -_____-

Dari Mydin, kami kemudian berangkat ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) via LRT (turun di Bandar Tasik Selatan). Selanjutnya, kami jalan-jalan sebentar di TBS yang free calo dan lumayan bagus. Dipikir-pikir kok mirip Terminal Tirtonadi yang dibangun Jokowi dulu ya? Hmm, mudah-mudahan bus di Indonesia semakin membaik layanannya, mulai dari reservasi tiket hingga aftersalesnya. Aamiin.

Malam itu, bus molor dari jadwal awal pukul 00.00 menjadi pukul 01.30. Itupun juga pakai drama double tempat duduk dengan orang Korea. Anw, kami pakai bus Billion Stars yang fasilitasnya so-so. Maklum, cari harga yang termurah dan review yang terbaik, hehehe.

Pengeluaran:
14 RM sarapan dekat hotel
4.2 RM jajan Tika di KK Mart
24 RM tiket bus Nadi Putra (6RM x 2 orang x 2 karena PP)
5 RM loker besar Mydin
6 RM cokelat Cadbury gedeee
1 RM es krim McD
14 RM makan dua porsi di KFC
6.4 RM LRT Masjid Jamek ke Bandar Tasik Selatan (3.2 RM x 2)
14 RM jajan Tika dan minum di TBS
Rp 337.241 tiket bus Bandar Tasik Selatan (MY) ke Golden Mile Complex (SG)
TOTAL = Rp 647.341

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x  Powerful Protection for WordPress, from Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security