28 Jam di Bus (Pengalaman bersama bus Puspa Jaya)

28 Jam di Bus (Pengalaman bersama bus Puspa Jaya)

“Libur telah tiba, hatiku gembiraaa..” konon begitulah kata Tasya, penyanyi cilik yang sekarang udah punya baby #eh. Sayang sekali libur yang berhari-hari seperti ini sangat langka. Mau nggak mau, lebaran musti pulang kampung yaa..

Seperti doa saya di artikel ini, alhamdulillah akhirnya kita bisa share pengalaman mudik lebaran beberapa hari lalu bersama bus Puspa Jaya dari Natar (Lampung) ke Terminal Soekarno Hatta (Klaten). Bismillah kita mulai ya..

Pukul 13.00

Jam berangkat yang tertulis di tiket bus yang kami beli di pool Way Halim. Bagi yang belum tahu, selain di pool pusat (Jalan Lintas Sumatera, Natar, Lampung Selatan), bus Puspa Jaya juga punya pool cabang di Way Halim, tepatnya dibawah flyover Way Kandis. Karena baru pertama kali ngebis dengan armada ini, kami datang ke pool pusat, padahal sebenarnya kita bisa naik dari pool cabang juga.

Pukul 14.55

Suasana di pool pusat Natar sudah sangat ramai. Bus berangkat pukul 14.55. Bus melewati jalan lintas sumatera sampai masuk tol Bakauheni Utara, kemudian bus keluar tol dan masuk ke pelabuhan.

Pukul 17.45

Bus masuk ke kapal (setelah menunggu di dermaga kurleb hampir sejam). Kapal yang kami naiki adalah kapal yang lebih bagus dari kapal biasanya, namanya kapal fery Athaya. Di beberapa kali menyeberangi selat Sunda, biasanya kapal yang kami naiki adalah kapal standar yang biasa aje. Spesialnya, kapal Athaya ini buatan Jepang dan punya interior yang mirip-mirip kapal menengah ke atas, misalnya lift untuk penumpang naik ke dek, balkon utama yang mirip kapal-kapal bagus, miniatur kapal, dan full AC di seluruh ruangan yang lumayan dingin. Mantep euy! Ini beberapa foto kapalnya:

suasana-ruang-tunggu-kapal-athaya
Suasana ruang tunggu di kapal Athaya

 

ruang-dekat-balkon-kapal-athaya
Ruang dekat balkon. Sayang banget, balkonnya nggak difoto..

 

selasar-kapal-athaya
Begini bentuk selasar di kapal Athaya

 

miniatur-kapal-athaya
Miniatur kapal, ada keterangannya juga, tapi pakai Kanji. Yeyyy, kapal! kata Tika
harga-tiket-ruang-kapal
Harga Sewa Ruang AC Non Ekonominya. Biasanya di kapal-kapal lain juga segitu harganya..

Karena mau buka puasa, kami akhirnya naik ke ruang non-ekonomi. Harga tiket dewasa adalah 10 ribu rupiah, dan anak-anak 5 ribu rupiah.

Pukul 21.25

Setelah ada pengumuman bahwa kapal akan segera merapat, seluruh penumpang langsung kembali ke bus masing-masing. Sambil menengok ke belakang, baru tahu bahwa ruang kendaraan cukup lengang. Kami menunggu di bus hingga gerbang kapal dibuka, dan kapal melenggang.

Dikirain bus langsung lanjut ke perjalanan berikutnya, tapi ternyata tebakan kami salah. Keluar dari pelabuhan, bus mampir ke warung padang Rajawali. Belakangan kami baru tahu bahwa rumah makan Rajawali ini memang satu grup dengan bus Puspa Jaya.

Near RM Rajawali, Jl. Raya Merak No.22, Gerem, Kec. Gerogol, Kota Cilegon, Banten 42438
https://goo.gl/maps/fMVTJUm6SArv6avu8

Karena udah kekenyangan di kapal, saya dan anak stay di bus. Suami keluar untuk beli air panas untuk pop mie yang sebelumnya kami bawa dari rumah. Di rumah makan ini, total waktu istirahatnya adalah 45 menit.

Pukul 22.26

Yes, akhirnya kami masuk tol Merak. Bus kemudian melaju terus sampai dekat waktu sahur. Bus kemudian masuk ke rumah makan di dekat exit tol Cipali Paliaman.

Pukul 07.35 esok harinya

Semalaman “pingsan” karena udah malam, nggak sempat aware kita masuk tol mana aja dah, hehehe. Kami sampai keluar tol Breres (pintu tol Pejagan) pukul 07.35. Ge-er dong saya, kami kira kita bakal masuk Semarang (secara jalur utara di Google Maps lancarr, apalagi kalo masuk tol). Ternyata bus mengarah ke Selatan. Yahhh, bakal lama nih.. *elapkeringat

Pukul 11.45

Bus berhenti di rumah makan (RM Mataram), Jalan Raya Kretek Gombong Barat kurang lebih 25 menit. Alhamdulillah sekali disini berhenti, karena di depan bangku ada anak yang muntah beberapa kali dan suasana rada chaos bagi saya dan suami (pada mual semua). Sementara penumpang keluar untuk makan dan ngaso, bus kemudian dibersihkan dan dibuka pintu-pintunya.

Pukul 16.00

Bus sudah sampai di Yogyakarta, via Wates, kemudian Gamping, lalu masuk ke ringroad. Pukul 17.30 akhirnya bus sampai di terminal Klaten dan kami turun dengan rasa lega (plus capek), hehehe.

 

P.S. : Saat melakukan perjalanan jauh, pastikan badan benar-benar fit. Untuk yang membawa balita dan akan melakukan perjalanan jauh, bisa juga simak beberapa tips disini.

Pic cover: flickr

Leave a Reply

Your email address will not be published.