Suka Duka Ngeteng Bandar Lampung – Jakarta (via Dermaga Eksekutif)

Suka Duka Ngeteng Bandar Lampung – Jakarta (via Dermaga Eksekutif)

Awal mulanya long weekend ini mau stay di rumah saja, namun tengah malam kami dapat kabar bahwa Pakde Hari (saudara kandung ibu) meninggal di Jakarta. Beliau sudah dua tahun sakit stroke dan badannya semakin melemah dari waktu ke waktu. Terakhir kali menengok Pakde adalah waktu kami sowan ke Jakarta sebulan lalu, karena menghadiri acara pernikahan Ndon, sepupuku di Jakarta Timur. Waktu itu, beliau hanya bisa berbaring di kasur, masih bisa paham kalau ada yang datang menengok. Hanya saja, agak susah meresponnya.

Karena berbarengan dengan renovasi rumah, jadilah kami memutar otak gimana caranya agar bisa sampai dengan biaya murah di Jakarta dengan membawa bocil 3 tahun, hehehe. Maklum, sebelumnya damri adalah teman akrab kami kalo pergi ke Jakarta. Berikut adalah review singkatnya yah..

Nunggu bus di Bypass Flyover Way Kandis

Karena bawa bocil, kami memilih moda transportasi yang agak nyaman, yaitu yang lewat tol dan masuk terminal eksekutif. Tipsnya adalah cari bus yang ada stiker berwarna biru-merah-hijau di bagian depan (tips ini didapat dari karyawan Puspa Jaya, lihat di bawah ini). Kalau mau gampang, sila mencari busnya di Terminal Rajabasa. Bus yang tersedia bisa bus kecil dan bus besar (semacam Puspa Jaya), dengan tarif Rp 40.000 (per Desember 2019).

Contoh stiker yang ada di bus jurusan Terminal Eksekutif Bakauheni

Sampai di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Pertama kalinya sampai di Terminal Eksekutif Bakauheni dan Merak, kami sangat surprised. Nggak nyangka di Indonesia ada dermaga bagus banget yang appearance-nya mirip bandara, bahkan ada mall di dalamnya (yang lagi diskon Matahari up to 75% kala itu hehehe). Untuk tiket penyeberangan dewasa adalah Rp 50.000 per orang, sedangkan anak-anak dipatok Rp 34.000 per orang. Berikut adalah beberapa foto dalam Terminal Eksekutif yang wow. Monmaap saya khilaf beli diskonan lipstik di Miniso.

ruang-tunggu-terminal-eksekutif-merak
Ruang Tunggu Terminal Eksekutif Merak. Bagus banget, mirip bandara. Sangat edukatif untuk anak-anak buat ngenalin kapal.
terminal-ekeskutif-merak
OTW ke penjualan tiket. Mirip mall ya.
pembelian-tiket-merak
Tempat pembelian tiket di dermaga. Semua cashless, tapi ada petugas yang membantu kalo mau top up e-money.
dermaga-eksekutif-merak
dioperasikan automatic, duh mirip sama bandara bangeeeet
kamar-mandi-dermaga-eksetufi merak
Kamar mandinya bersih banget dan rajin dibersihkan petugas.

OTW ke Terminal Kalideres

Dari Dermaga Eksekutif, kami kemudian jalan kaki ke terminal bus Merak yang jaraknya cukup dekat. Bus-bus di Terminal Bus Merak umumnya menuju ke Jakarta melalui 3 terminal, yaitu Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan dan Terminal Pulogadung. Planning awal kami adalah naik bus Damri, dan ternyata harus berakhir kecewa karena ternyata bus Damri disini hanya melalui rute Merak-Bandara Soekarno-Hatta.

Disini, kami naik bus Arimbi yang biayanya Rp 28.000 per orang. Sayangnya, naik bus Arimbi agak kurang nyaman jika menginginkan perjalanan yang cepat dan nyaman, karena banyak banget penjual dan pengamen, banyak nyamuk, serta alurnya yang lewat jalur dalam Banten. Tika yang sangat excited naik bus alhamdulillah bisa dikontrol selama perjalanan, dan di bus ini akhirnya dia tertidur karena capek, hehehe.

Jadi, total dari Bandar Lampung – Jakarta pakai metode ngeteng memang jauh lebih murah. Untuk dewasa berarti 40.000 (bus Lampung-Bakauheni) + 50.000 (penyeberangan) + 28.000 (bus Merak-Jakarta). Sebagai pembanding, kami biasa naik bus Executive Damri dengan harga Rp 220.000 per orang. Btw, konon sekarang biaya bus damri naik sebesar 15% (info terbaru Desember 2019).

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *